Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Bukan Apa-apa

Kau tau? mengapa petani membakar sisa-sisa panennya di ladang atau sawah mereka? dulu aku selalu bertanya-tanya pada diriku sendiri.. dari kecil aku memang suka menanyakan hal-hal kecil yang menurutku butuh sebuah alasan bagi setiap pertanyaan. lalu, aku menemukan jawabannya sekarang. aku tahu kini, sambil menyeringai puas. 'bertanya dan menjawab sendiri' Setiap makhluk hidup itu punya zat-zat kimia penting dalam tubuh mereka yang jika dibiarkan mati-membusuk di situ zat-zatnya akan menyerap ke tanah dan akan diserap kembali oleh akar tumbuhan berikutnya. itulah mengapa abu dari tumbuhan yg dibakar setelah panen akan mereka sebarkan lagi sebagai pupuk alami. -ra

Penyamun

Penyamun itu mempunyai Kekasih yang selama ini ia sembunyikan dalam ingatan. Sedang suntuk membaca dan sesekali tertawa. Perempuan itu mengangkat kaki kanannya, kemudian menumpangkannya ke yang kiri. Ia telah berpindah dari dunia nyata ke dunia imajinasinya atau dunia petualangannya atau dunia yang ia dambakan jauh dari buku-bukunya. Disaat lengah, penyamun itu mencuri-curi apa saja yang ia bisa dapatkan juga tak diketahui puan itu. Tapi penyamun itu tak pernah tahu, apa yang dicuri dari dirinya ternyata lebih berharga dari yang ia dapatkan. Pernah tidak aku bilang bahwa kau itu cukup lihai? -ra

Ramadan

Ramadan kali ini jadi bulan banyak kenangan. Banyak silahturahmi yang mungkin nanti, saat kuliah akan sulit untuk bisa kumpul lagi. Uangku terkuras habis. Banyak buka puasa SD, SMP, SMA, Teman dekat, Ekskul. Tapi aku puas. Malamnya sampingku nenek tua yang rajin datang ke surau. Ditengah salat, kakinya sudah tidak kuat. Maka ia salat sambil duduk. Tak jadi alasan bagi dirinya untuk bilang, "aku sakit, aku tak tarawih hari ini". Aku tersenyum kagum. Masa aku kalah sama nenek-nenek? Paginya terlambat bangun sahur, tapi malah membuatku terjaga sepanjang hari, membuatku mengerti apa maksud dari video human body haemostasis yang menghabiskan banyak kuota malam sebelumnya. Penyakitnya mengantuk, kubilang pergilah. Jangan kau ketuk jiwa-jiwa remaja indonesia. Kami ingin sukses. Kami ingin merdeka sesuai persepsi diri kami masing-masing. -ra