Perihal Hujan

Barangkali awan itu lelaki.
Dan kekasihnya lautan,
lalu hujan akan jadi buktinya.

Bulan september, bertambah
satu kemampuan laut.
Laut harus selalu menampung
dan menopang semua 
keluh kesah manusia.
Katanya ia tak ingin jadi tsunami
dan merepotkan orang di bumi.

Ombak yang tak pernah lelah 
datang dan kembali.
Asin yang melekat, dan kapal yang
terus mengunjunginya.

Kata orang bijak kau bisa menahan
rasa cinta selama empat puluh
tahun namun tak bisa menahan 
rasa cemburumu selama satu detik pun

Kemarin tepat akhir bulan agustus
laut menjadi kuat, ia tetap saja menjadi
laut yang biasanya indah.
Sudah sebulan katanya ia tahu
rasa cemburunya tumbuh.

Kabar angin mengatakan, 
awan lebih mencintai air sungai dan danau.
Tapi tetap saja, tak mungkin awan
meninggalkan laut, kasihan orang dibumi
akan kekeringan nanti.

Mereka tetap menjalani kehidupan mereka
dengan senyum dan tatapan mata.
Kata laut, tak apa, ia akan tetap senyum dan senang walau ia tahu pasti senyum dan
tatapan mata itu bukan lagi miliknya seorang.

Laut tak akan membenci danau atau sungai.
Ia akan tetap mengalirkan airnya pada mereka, agar mereka, awan, danau dan sungai dapat bahagia.

-ra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Bumi

Padus

Yang Lalu