Pusara
Angin masih terus berhembus
daun menampar wajah
debu menggapai mata
rintik mulai jatuh sedikit-sedikit
juga harum bunga perhatian yang ditabur
Tak kusangka sekelebat orang asing
datang menyangga payung hitam
berdiri di belakang, tak aku hiraukan
"untuk siapa kau menangis?"
aku menoleh sebentar
berdiri sambil menatap pusara
Di bawah sana banyak daging
berteriak ingin kembali dihidupkan.
Di atas sini banyak juga orang
yang meneriakan aku benci kehidupan
"untuk dia yang tersingkir dan mati"
ujarku parau
"diriku yang dulu"
-ra
daun menampar wajah
debu menggapai mata
rintik mulai jatuh sedikit-sedikit
juga harum bunga perhatian yang ditabur
Tak kusangka sekelebat orang asing
datang menyangga payung hitam
berdiri di belakang, tak aku hiraukan
"untuk siapa kau menangis?"
aku menoleh sebentar
berdiri sambil menatap pusara
Di bawah sana banyak daging
berteriak ingin kembali dihidupkan.
Di atas sini banyak juga orang
yang meneriakan aku benci kehidupan
"untuk dia yang tersingkir dan mati"
ujarku parau
"diriku yang dulu"
-ra
Komentar
Posting Komentar