Pulang
Dua bulan ini
Kau hancur dan tersusun lagi ribuan kali
Perutmu yang lembah
Kini menjadi bukit dijejal kopi yang
lama kelamaan menjadi imun bagi matamu
Hingga suatu subuh
Kepalamu meledak dan hilang separuh
punggungmu retak, kakimu dingin seperti
tak mengenal jalan-jalan yang biasa kau lewati
Dokter pun meresepkan sirup yang
rasanya seperti gurauan ayah, pelukan ibu, dan masa kecilmu
Penasaran, kau pun bertanya
------------
"obat apa ini dok..?"
"ohh itu barang baru, namanya 'pulang'"
------------
dan memang benar, tak ada obat yang lebih ampuh selain pulang
pulanglah ada yang menantimu di sana, di rumah
-ra
Kau hancur dan tersusun lagi ribuan kali
Perutmu yang lembah
Kini menjadi bukit dijejal kopi yang
lama kelamaan menjadi imun bagi matamu
Hingga suatu subuh
Kepalamu meledak dan hilang separuh
punggungmu retak, kakimu dingin seperti
tak mengenal jalan-jalan yang biasa kau lewati
Dokter pun meresepkan sirup yang
rasanya seperti gurauan ayah, pelukan ibu, dan masa kecilmu
Penasaran, kau pun bertanya
------------
"obat apa ini dok..?"
"ohh itu barang baru, namanya 'pulang'"
------------
dan memang benar, tak ada obat yang lebih ampuh selain pulang
pulanglah ada yang menantimu di sana, di rumah
-ra
Komentar
Posting Komentar