Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Bunga

Dia bilang, dia ingin menjadi bunga di kebunmu. Jadi kau bisa menyimpannya dan menjadikannya sebagai penanda buku. "Kau suka membaca banyak buku", katanya. Karena itu, ia ingin berada disetiap hal-hal yang membuatmu tertarik dan dimasukkanya ke dalam hal-hal yang kau sukai. "Aku ingin menyaksikan bagaimana matanya berbinar setiap kali ia menemukan pelariannya dari setiap baris dan halaman". Kadang-kadang hal kecil mengambil bagian paling banyak dalam hati mereka. Tapi kau tidak memetik bunga itu dan sayangnya dia keliru berpikir dia bunga satu-satunya di kebunmu. - ra

Masa Kecil

Dia tertawa kecil ketika mengingat dulu pernah menculik anak ayam pakai jaring. Sial, ketahuan induknya. Akhirnya dia dikejar. Untung ada bapak-bapak yang menolong dia, diusirnya induk ayam itu sambil tertawa. Teringat juga ketika dia melompat-lompat di pinggiran sawah berlomba dengan ayahnya dan akhirnya jatuh masuk lumpur, atau ikut kakek mencari keong untuk makan bebek. Muncul juga bayang-bayang Kiki, anak kambing yang membuatnya terpana sampai ingin memegangnya tapi takut juga. Kalau bisa, bolehkah sekali lagi, dia kembali memeluk kehidupannya itu? Menangislah dia, mengasihani hidupnya. kini ia dipaksa sendiri, berjuang hidup mandiri. "Aku akan baik-baik saja" Ia terus meyakinkan dirinya sendiri. mengingat niatnya yang sangat kuat. "Sekali lagi aku akan baik-baik saja" -ra