Mei

Waktu aku tersungkur tadi pagi, Tuhan mampir ke kepalaku. Badanku lebur untuk ibadah yang belum pernah ku sempurnakan karena aku takut akan segala tuntutan dunia yang belum aku sempurnakan.

Untuk malam-malam yang sebetulnya berkah tapi kurutuk habis-habisan karena sekali lagi aku takut, takut untuk dikejar kantuk esok hari.

Aku selalu heboh memperbaiki diri tapi tidak ada perbaikan yang kentara. Selalu saja tidak lihat ada lubang kecil yang selama ini bisa kuhindari, dan sekarang lubangnya sudah sebesar liang lahat. Yang pantas mengubur aku dalam-dalam.

Jika malam ini benar akan menjadi titik balikku, besok aku akan beberes liang ini. Akan aku hias, walau belum tahu akan mampu atau tidak. Aku terbiasa untuk takut. Aku tidak mau buta saat mata sudah terbuka.

Selamat pagi, bulan ini.
02.58

-ra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Bumi

Padus

Yang Lalu