Jalanin Aja
tak ada yang lebih berdarah dingin membunuh dirinya selain harapan dan kecewa. kau tau teman baiknya selama ini? ketidakpastian. tatapannya tidak pernah hangat menerpa wajah dadanya sesak, nafasnya berat, jantungnya berontak. lambat laun, seniman dalam dirinya tepekur, lalu terbaring, lalu pingsan. ia seperti cangkang kosong yang menjalani sisa hidup yang diberikan. -ra (Jangan tanya, aku sudah mati puluhan kali)