Kenapa?
Ini bulan september, panas.
jadi orang-orang rajin mandi.
di sebuah gang sempit di sudut september,
saya dan teman saya berpapasan dengan seorang perempuan muda, yang wajahnya mirip trauma. kepalanya menunduk dan matanya sedikit sembab
seperti habis menangis. saya urung menyapanya.
———————————————————————————————
"Hei lihat, ada orang menangis..
kau hanya melihatnya saja?
kenapa tidak bertanya kenapa?"
'Kenapa saya harus bertanya kenapa?'
"Berarti kau tidak peduli pada orang lain ya?"
Saya tersenyum
'kepedulian tidak dilihat dari ucapan kenapa..
lagipula, siapa mau habis menangis ada yang menyadarinya?
orang lain menyadarinya saja sudah malu,
apalagi harus ditanya kenapa?'
'menurutmu dia bakal bilang alasannya?
dibanding itu, saya lebih suka melihatnya tanpa bilang kenapa, sambil menerka-nerka sebenarnya kenapa?'
———————————————————————————————
-ra
(Saya terkesima, rasanya saya sering melihatnya.
tapi di mana ya?)
jadi orang-orang rajin mandi.
di sebuah gang sempit di sudut september,
saya dan teman saya berpapasan dengan seorang perempuan muda, yang wajahnya mirip trauma. kepalanya menunduk dan matanya sedikit sembab
seperti habis menangis. saya urung menyapanya.
———————————————————————————————
"Hei lihat, ada orang menangis..
kau hanya melihatnya saja?
kenapa tidak bertanya kenapa?"
'Kenapa saya harus bertanya kenapa?'
"Berarti kau tidak peduli pada orang lain ya?"
Saya tersenyum
'kepedulian tidak dilihat dari ucapan kenapa..
lagipula, siapa mau habis menangis ada yang menyadarinya?
orang lain menyadarinya saja sudah malu,
apalagi harus ditanya kenapa?'
'menurutmu dia bakal bilang alasannya?
dibanding itu, saya lebih suka melihatnya tanpa bilang kenapa, sambil menerka-nerka sebenarnya kenapa?'
———————————————————————————————
-ra
(Saya terkesima, rasanya saya sering melihatnya.
tapi di mana ya?)
Komentar
Posting Komentar