Alibi
Hari ini, aku memutuskan untuk merenung saja, kuhentikan jam belajarku dari biasanya. lagipula lemari-lemariku penuh sesak. muncul ribuan bahasa yang tak satu pun aku mengerti. Sialnya satu dari sejuta kemungkinan diantaranya, satu dengan yang lain dapat bersinggungan. Hanya aku dan suara-suara dikepalaku saja yang mengerti dan hanya kau serta teman- teman di hatimu saja yang pahami. coretan ini tak pernah hanya untuk mengelabui diri sendiri. Suatu hari nanti, saat kata-kata tak lagi didengar dan berbicara mulai membosankan. aku berdoa semoga menulis tak pernah membosankan. -ra