Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Sesuatu yang Tidak Pernah Kita Beri Nama

   Aku tahu, harusnya tatapan itu tidak bisa ku artikan lebih [aku tidak tahu perasaan apa yang datang, namun ada perasaan menggelitik setiap kali aku berkunjung ke tempat baru saat menghampiri etalase toko kue, restoran, ataupun kedai minuman favoritmu]    Aku juga tahu, harusnya obrolan singkat itu juga tidak bisa diartikan lebih [entah sejak kapan, serial kegemaranku atau novel-novel itu terasa kurang menarik lagi dibandingkan dengan perbincangan tidak penting itu]    Aku tahu, pesan seru kita pada akhirnya juga tidak berarti apa-apa [aku tahu kau tidak pernah serius dengan perkataanmu, namun selamat ya kau sukses hanya dengan dua kata "selamat malam" itu] .… Kita tahu, bahwa pada akhirnya semua akan sia-sia Kita juga tahu bahwa kita tidak bisa melawan ketidakmungkinan semesta Namun, Pada akhirnya, kita tetap membiarkan semua rasa makanan itu ada di kotak bekal kita masing-masing Berkhayal suatu hari nanti kita akan memiliki kesempatan untuk saling menco...

Buah Pena (2)

 Tak kusangka aku akan mampir kembali ke halaman yang sudah lama berdebu ini.  Terakhir kali ku ingat, saat aku masih rajin mendatangimu saat itu umurku masih belasan tahun.  Dulu aku bertanya-tanya mengapa kita harus berhenti membahas tentang bumi.  Namun setelah banyak kesibukan yang kita lakukan, kini aku paham.   Aku bahkan sangat paham dirimu dibandingkan aku.  Ternyata ini waktunya, waktu saat sesekali kita harus menengok ke belakang ya?  Ternyata kita sudah sehebat itu, aku selalu bangga padamu.  Ahh, itu ya? Janji kita dulu? Tetap menulis bagaimana rasanya beranjak dewasa? (atau hanya aku) - ra