Buah Pena (2)

 Tak kusangka aku akan mampir kembali ke halaman yang sudah lama berdebu ini.

 Terakhir kali ku ingat, saat aku masih rajin mendatangimu saat itu umurku masih belasan tahun.

 Dulu aku bertanya-tanya mengapa kita harus berhenti membahas tentang bumi.

 Namun setelah banyak kesibukan yang kita lakukan, kini aku paham. 

 Aku bahkan sangat paham dirimu dibandingkan aku.

 Ternyata ini waktunya, waktu saat sesekali kita harus menengok ke belakang ya?

 Ternyata kita sudah sehebat itu, aku selalu bangga padamu.

 Ahh, itu ya? Janji kita dulu? Tetap menulis bagaimana rasanya beranjak dewasa?


(atau hanya aku)

- ra



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Padus

Kenapa?

Almarhumah