Sesuatu yang Tidak Pernah Kita Beri Nama

   Aku tahu, harusnya tatapan itu tidak bisa ku artikan lebih

[aku tidak tahu perasaan apa yang datang, namun ada perasaan menggelitik setiap kali aku berkunjung ke tempat baru

saat menghampiri etalase toko kue, restoran, ataupun kedai minuman favoritmu]

   Aku juga tahu, harusnya obrolan singkat itu juga tidak bisa diartikan lebih

[entah sejak kapan, serial kegemaranku atau novel-novel itu terasa kurang menarik lagi dibandingkan dengan perbincangan tidak penting itu]

   Aku tahu, pesan seru kita pada akhirnya juga tidak berarti apa-apa

[aku tahu kau tidak pernah serius dengan perkataanmu, namun selamat ya kau sukses hanya dengan dua kata "selamat malam" itu]

.…

Kita tahu, bahwa pada akhirnya semua akan sia-sia

Kita juga tahu bahwa kita tidak bisa melawan ketidakmungkinan semesta

Namun,

Pada akhirnya, kita tetap membiarkan semua rasa makanan itu ada di kotak bekal kita masing-masing

Berkhayal suatu hari nanti kita akan memiliki kesempatan untuk saling mencoba di satu meja makan yang sama

Aku harap, kita bisa saling menghormati, sambil berdiri di ambang pintu masing-masing.

Saling melempar senyum dan sepakat bahwa menjaga jarak aman adalah bentuk rasa paling tulus yang bisa kita berikan saat ini

Semoga tuhan selalu memenangkan kita, diatas orang-orang yang kita cintai.

- ra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Padus

Kenapa?

Almarhumah