Postingan

Mei

Waktu aku tersungkur tadi pagi, Tuhan mampir ke kepalaku. Badanku lebur untuk ibadah yang belum pernah ku sempurnakan karena aku takut akan segala tuntutan dunia yang belum aku sempurnakan. Untuk malam-malam yang sebetulnya berkah tapi kurutuk habis-habisan karena sekali lagi aku takut, takut untuk dikejar kantuk esok hari. Aku selalu heboh memperbaiki diri tapi tidak ada perbaikan yang kentara. Selalu saja tidak lihat ada lubang kecil yang selama ini bisa kuhindari, dan sekarang lubangnya sudah sebesar liang lahat. Yang pantas mengubur aku dalam-dalam. Jika malam ini benar akan menjadi titik balikku, besok aku akan beberes liang ini. Akan aku hias, walau belum tahu akan mampu atau tidak. Aku terbiasa untuk takut. Aku tidak mau buta saat mata sudah terbuka. Selamat pagi, bulan ini. 02.58 -ra

Di Bumi

Mendahului dan Mendahulukan. dua hal yang mirip, tetapi punya makna yang berbeda. Mendahului artinya kau maju selangkah di depan. membiarkan orang lain mengalah. Mendahulukan artinya orang lain berada satu langkah di depan kau. membiarkan dirimu mengalah. Hal-hal kecil yang terlintas dan sempat jadi perhatian Mereka merelakan dirinya untuk menjadi terpesona atau disisi lain, ada juga orang lain yang sudah banyak tahu dan paham sehingga tidak ada apapun yang tertinggal sebagai rahasia. orang-orang ini, mereka sungguh bahagia untuk jadi terpesona. (teruslah melanglang buana) -ra

Buah Pena

Ayolah, ini keren bukan? maksudku, apa kita harus berhenti karena tak ada lagi hal yang bisa dibahas di bumi ini selain angin, pohon, buku, dan puisi? Suatu saat nanti, kita akan punya waktu begitu luang hanya untuk diberi kesempatan menengok kebelakang, mengenang, dan memperbaikinya Kita akan lihat dan buktikan bagaimana sejatinya diri ini tumbuh dan berkembang. masing-masing dari kita akan menulis bagaimana rasanya jadi remaja, beranjak dewasa, bertemu seseorang yang kau yakini, dan seperti biasa.. menumpahkan isi hati ini seakan-akan diujung dunia sana ada yg mendengarkan, ada yang menyimak. padahal kita tahu sama sekali tidak. tapi tak apa Itu akan mengurangi bebanmu walau sedikit -ra

Bertebaran

Akhir-akhir ini rasanya aku makin sering saja melihat wajah muram apa sekarang musim suram atau aku baru menyadarinya sekarang (?) Sambil ikutan melihat cermin Wajah-wajah ini terlihat di mana-mana di warung-warung, di kereta api, di angkutan umum, di pasar, di mana saja namun, anehnya wajah-wajah suram itu tetap tertawa Entah menghibur diri sendiri atau orang lain -ra

Pasar

Siang itu pulang sekolah matahari sedang terik-teriknya penjual menjajakan barang, berteriak, dan menawarkan "ayo dibeli kepintarannya! diobral-diobral akalnya kak, jurus cerdas, sistem kebut, jenius murah meriah kak, wangsit cuma dua puluh lima juta bonus universitas negeri" penjual tersenyum lebar, pembeli sumringah "mehh.." -ra

Dehidrasa

ia terbangun tengah malam teringat sesuatu yang membuat hidupnya nyaman. yaitu teman tidurnya, teman makannya, ataupun teman liburannya. ia mulai mencarinya ada yang harus ia lakukan sebelum matahari muncul dan mengalahkannya. satu hal, ia tak suka dikalahkan oleh matahari, ataupun dirinya sendiri. saat membuka kulkas ia sadar,  bukan butuh air, tapi... butuh kamu. Textbook -ra

Gulma

Ada dua alang-alang. Mereka minum dari satu sungai. Satunya palsu, lainnya tebu. -ra

Satu Padu

Pernah mendengar suatu kisah tentang Majnun dan Laila? Kurang lebih ceritanya seperti ini.. Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badannya semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi. Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darahnya harus dikeluarkan, sehingga suhu badan menurun.” Majnun menolak, “Jangan! jangan melakukan bedah terhadap saya.” Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu masuk keluar hutan seorang diri. Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?” “Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun. “Lalu, apa yang kau takuti?” “Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla.” “Menyakiti Layla? bagaimana bisa? Yang di bedah badanmu.” “Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.” Jangan jadi budak cinta, yang akan membahayakan dirimu sendiri -ra

Bunga

Dia bilang, dia ingin menjadi bunga di kebunmu. Jadi kau bisa menyimpannya dan menjadikannya sebagai penanda buku. "Kau suka membaca banyak buku", katanya. Karena itu, ia ingin berada disetiap hal-hal yang membuatmu tertarik dan dimasukkanya ke dalam hal-hal yang kau sukai. "Aku ingin menyaksikan bagaimana matanya berbinar setiap kali ia menemukan pelariannya dari setiap baris dan halaman". Kadang-kadang hal kecil mengambil bagian paling banyak dalam hati mereka. Tapi kau tidak memetik bunga itu dan sayangnya dia keliru berpikir dia bunga satu-satunya di kebunmu. - ra

Masa Kecil

Dia tertawa kecil ketika mengingat dulu pernah menculik anak ayam pakai jaring. Sial, ketahuan induknya. Akhirnya dia dikejar. Untung ada bapak-bapak yang menolong dia, diusirnya induk ayam itu sambil tertawa. Teringat juga ketika dia melompat-lompat di pinggiran sawah berlomba dengan ayahnya dan akhirnya jatuh masuk lumpur, atau ikut kakek mencari keong untuk makan bebek. Muncul juga bayang-bayang Kiki, anak kambing yang membuatnya terpana sampai ingin memegangnya tapi takut juga. Kalau bisa, bolehkah sekali lagi, dia kembali memeluk kehidupannya itu? Menangislah dia, mengasihani hidupnya. kini ia dipaksa sendiri, berjuang hidup mandiri. "Aku akan baik-baik saja" Ia terus meyakinkan dirinya sendiri. mengingat niatnya yang sangat kuat. "Sekali lagi aku akan baik-baik saja" -ra