Postingan

HBD

Selamat ulang tahun, buku. Makin lama kau makin keren saja. Tambah cerdas pula. Aku saja yang tambah payah dan sekarang mulai pelupa. Maaf, aku tak bisa kasih apa-apa selain sejumlah ralat dan catatan yang aku tak tahu akan kutaruh di mana. Sebab kau sudah pandai meralat dan menceritakan dirimu sendiri. Kau bahkan sudah tak seperti dulu ketika aku berdarah-darah menulismu. Jangan-jangan kau pangling denganku? Selamat ulang tahun, buku. Anggap saja aku kekasih atau pacar malangmu. Selamat panjang umur, cetak ulang selalu. -ra

Untuk Ujian Kemarin

Terimakasih untuk semua hal yang mengagumkan, mengharukan, menyenangkan, serta menyedihkan. Kenangan, hal-hal tak terlupakan, pengalaman, dan kerja keras yang telah kita lakukan. Untuk mimpi-mimpi yang telah tercapai dan yang belum tercapai hingga detik ini. -ra (Semoga ujian kedepan kita selalu menang)

Padus

di tengah masa terpurukku yang lalu.. aku mengikuti latihan paduan suara rutin sebulan.. yang tujuannya tentu saja untuk menghilangkan penat dan membuka jalan pikir yang baru.. kemudian kami menyanyikan lagu dari bahasa asing yang kurang lebih intinya seperti ini.. "lautan masa remaja pasti akan terasa menyakitkan.. namun tetaplah menatap hari esok dengan mimpimu.. aku yg dewasa juga pernah merasa tersakiti dan tidak mampu terlelap, akan ada arti di dalam setiap kehidupanmu.. jadilah baja yang semakin kuat ditempa orang, jadilah ilalang yang tidak mati diinjak orang" aku memutuskan untuk tidak mati, di tanah orang. -ra

Hari Berkabung Nasional

Kemarin, hari ini, besok, lusa, dan seterusnya adalah hari berkabung nasional bagi bangsa indonesia Satu lagi, pejuang tanah air, pembela bangsa pasangan yang setia telah pergi menempuh jalan kehidupan yang selanjutnya Kini indonesia mulai berpikir, siapa lagi tokoh pencipta teori yang akan jadi sejarah dunia? Siapa lagi penerusnya? akankah indonesia akan menjadi lebih baik? akankah generasi muda bisa yakin akan masa depannya? -ra (kisah majnun dan laila versi indonesia, kini bersama lagi setelah berpisah sekian lama) untuk eyang habibie

Kenapa?

Ini bulan september, panas. jadi orang-orang rajin mandi. di sebuah gang sempit di sudut september, saya dan teman saya berpapasan dengan seorang perempuan muda, yang wajahnya mirip trauma. kepalanya menunduk dan matanya sedikit sembab seperti habis menangis. saya urung menyapanya. ——————————————————————————————— "Hei lihat, ada orang menangis.. kau hanya melihatnya saja? kenapa tidak bertanya kenapa?" 'Kenapa saya harus bertanya kenapa?' "Berarti kau tidak peduli pada orang lain ya?" Saya tersenyum 'kepedulian tidak dilihat dari ucapan kenapa.. lagipula, siapa mau habis menangis ada yang menyadarinya? orang lain menyadarinya saja sudah malu, apalagi harus ditanya kenapa?' 'menurutmu dia bakal bilang alasannya? dibanding itu, saya lebih suka melihatnya tanpa bilang kenapa, sambil menerka-nerka sebenarnya kenapa?' ——————————————————————————————— -ra (Saya terkesima, rasanya saya sering melihatnya. tapi di mana ya?...

Almarhumah

Setelah lulus cumlaude, lalu apa cita-citamu? menikah muda atau mengejar gelar-gelar yang lain? Setelah punya rumah, apa cita-citamu? menikmati senja di balkon sambil minum teh atau terjebak macet di tengah kota? Setelah dapat pekerjaan dan usahamu sukses, apa cita-citamu selanjutnya? jadi wanita sibuk dan berdedikasi bagi orang lain atau merawat anak-anakmu? Sebelum semua ketidakpastian di atas, ada satu yang pasti ra, gelar alm. didepan nama. -ra

Jantung Harapan

Merelakan sesuatu, bagi siapa pun kapan pun, bisa menjadi hal terberat untuk dilakukan. Lebih dari sekedar pemicu depresi, bagi sebagian orang merelakan adalah pertanda kekalahan atau kegagalan. Aku adalah salah seorang dari mereka. merelakan, sama saja dengan menyerah pada segala sesuatu yang diharapkan dan dimimpikannya. Mengakui bahwa segala yang dilakukannya ternyata sia-sia saja. bahwa kehidupan tidak jauh berbeda dengan permainan dadu. Lagi-lagi hanya angan-angan. -ra (jangan lupa, besok merdeka)

Jalanin Aja

tak ada yang lebih berdarah dingin membunuh dirinya selain harapan dan kecewa. kau tau teman baiknya selama ini? ketidakpastian. tatapannya tidak pernah hangat menerpa wajah dadanya sesak, nafasnya berat, jantungnya berontak. lambat laun, seniman dalam dirinya tepekur, lalu terbaring, lalu pingsan. ia seperti cangkang kosong yang menjalani sisa hidup yang diberikan. -ra (Jangan tanya, aku sudah mati puluhan kali)

Mei

Waktu aku tersungkur tadi pagi, Tuhan mampir ke kepalaku. Badanku lebur untuk ibadah yang belum pernah ku sempurnakan karena aku takut akan segala tuntutan dunia yang belum aku sempurnakan. Untuk malam-malam yang sebetulnya berkah tapi kurutuk habis-habisan karena sekali lagi aku takut, takut untuk dikejar kantuk esok hari. Aku selalu heboh memperbaiki diri tapi tidak ada perbaikan yang kentara. Selalu saja tidak lihat ada lubang kecil yang selama ini bisa kuhindari, dan sekarang lubangnya sudah sebesar liang lahat. Yang pantas mengubur aku dalam-dalam. Jika malam ini benar akan menjadi titik balikku, besok aku akan beberes liang ini. Akan aku hias, walau belum tahu akan mampu atau tidak. Aku terbiasa untuk takut. Aku tidak mau buta saat mata sudah terbuka. Selamat pagi, bulan ini. 02.58 -ra

Di Bumi

Mendahului dan Mendahulukan. dua hal yang mirip, tetapi punya makna yang berbeda. Mendahului artinya kau maju selangkah di depan. membiarkan orang lain mengalah. Mendahulukan artinya orang lain berada satu langkah di depan kau. membiarkan dirimu mengalah. Hal-hal kecil yang terlintas dan sempat jadi perhatian Mereka merelakan dirinya untuk menjadi terpesona atau disisi lain, ada juga orang lain yang sudah banyak tahu dan paham sehingga tidak ada apapun yang tertinggal sebagai rahasia. orang-orang ini, mereka sungguh bahagia untuk jadi terpesona. (teruslah melanglang buana) -ra