Postingan

Surga

Aku berharap kematian  datang dengan ramah aku selalu membayangkan jika pergi itu rasanya seperti.. kamu ketiduran di sofa, lalu bapak datang menggendongmu untuk pindah ke kamar setelahnya kamu terbangun dan sudah berada di tempat yang saaangat indah.. ... Aku terbangun di desa pagi-pagi sekali aku sendirian dan belum bicara kepada siapapun aku melihat keluar jendela tenda dan itu tentram seolah aku satu satunya orang yang tersisa di dunia tetapi tidak kesepian aku merasa nyaman dan damai mungkin itu, serpihan surga (diapit oleh dua tebing, ditengahnya menjorok air laut, ombak, udara yang asin serta perasaan asing) - ra

Penance

Setelah menyelesaikan novel trauma itu tiba-tiba aku teringat kejadian kurang menyenangkan saat sekolah dasar Saat itu ada teman sekelasku yang kehilangan suatu barang, tepatnya aku lupa entah pulpen, pensil, atau penghapus Namun karena kondisinya saat itu aku sedang berselisih dengannya, aku jadi tertuduh mencuri barangnya Saat itu dia menangis meraung-raung dan bu guru memintaku untuk mencari barangnya Aku yang awalnya bingung apa yang harus kucari akhirnya kucari di setiap loker anak-anak lain sambil menanyakan apakah mereka melihat barang tersebut? Setelahnya aku diminta mencari di tas ku, loker, laci, dan di semua barangku Tentu saja, sesuai perkiraan hasilnya nihil, toh dari awal aku tidak tahu barang seperti apa yang dimaksud Pada akhirnya, manusia yang gemar menangis itu diminta untuk mengecek kembali barangnya Benar saja, terselip Sampai akhirpun tidak ada permintaan maaf Sebenarnya dari awal aku ingin membantah, namun kupikir.. apapun yang ku katakan saat itu, tidak akan ada ...

Hobi Baru

Biasanya aku hanya rindu mendaki tapi kali ini aku punya kegiatan baru Kegiatan yang sama sekali tidak kusukai Akhir-akhir ini aku rindu wajah yang bahkan aku tak ingat siapa itu Aku sudah merenung sedari pagi ditemani sepoi angin dan matahari yang mulai meninggi sampai-sampai bayangan tangga itu sudah tidak mampu lagi menyembunyikanku Sinar itu menemukan tubuhku yang selama ini gemar menyembunyikan diri Semakin siang angin di tepi danau itu semakin kencang Aliran danau terlihat bergelombang layaknya aliran cinta puan itu yang terus tumbuh [kasihan] Live music juga terus berlanjut,  Orang-orang berdatangan semakin ramai untuk jalan pagi Aku seperti biasa, gemar membaca novel yang isinya trauma  Setiap kali ada frasa dalam novel yang mengingatkanku akan pesan darimu rasa rindu itu kembali hadir Rasanya seperti nyeri dada yang muncul beberapa detik itu yah? Ahh.. itu kan cuma nyeri otot? - ra

Sesuatu yang Tidak Pernah Kita Beri Nama

   Aku tahu, harusnya tatapan itu tidak bisa ku artikan lebih [aku tidak tahu perasaan apa yang datang, namun ada perasaan menggelitik setiap kali aku berkunjung ke tempat baru saat menghampiri etalase toko kue, restoran, ataupun kedai minuman favoritmu]    Aku juga tahu, harusnya obrolan singkat itu juga tidak bisa diartikan lebih [entah sejak kapan, serial kegemaranku atau novel-novel itu terasa kurang menarik lagi dibandingkan dengan perbincangan tidak penting itu]    Aku tahu, pesan seru kita pada akhirnya juga tidak berarti apa-apa [aku tahu kau tidak pernah serius dengan perkataanmu, namun selamat ya kau sukses hanya dengan dua kata "selamat malam" itu] .… Kita tahu, bahwa pada akhirnya semua akan sia-sia Kita juga tahu bahwa kita tidak bisa melawan ketidakmungkinan semesta Namun, Pada akhirnya, kita tetap membiarkan semua rasa makanan itu ada di kotak bekal kita masing-masing Berkhayal suatu hari nanti kita akan memiliki kesempatan untuk saling menco...

Buah Pena (2)

 Tak kusangka aku akan mampir kembali ke halaman yang sudah lama berdebu ini.  Terakhir kali ku ingat, saat aku masih rajin mendatangimu saat itu umurku masih belasan tahun.  Dulu aku bertanya-tanya mengapa kita harus berhenti membahas tentang bumi.  Namun setelah banyak kesibukan yang kita lakukan, kini aku paham.   Aku bahkan sangat paham dirimu dibandingkan aku.  Ternyata ini waktunya, waktu saat sesekali kita harus menengok ke belakang ya?  Ternyata kita sudah sehebat itu, aku selalu bangga padamu.  Ahh, itu ya? Janji kita dulu? Tetap menulis bagaimana rasanya beranjak dewasa? (atau hanya aku) - ra

Eyes Can Talk

I wrote this at midnight while listening to 'Those Eyes.'  Every time this song plays, all those memories come rushing back during my late-night overthinking.  I just realized that this song was on my playlist back when I was doing my clinical rotations at RSCM.  It reminds me of that day—the first time I felt so sad and scared because I lost my very first patient. Even though it happened three years ago, I can't forget that feeling.  I still remember the eyes of the patient's family, their hopes, and how patiently they cared for them. I think I’m going to cry just thinking about it. I’ve realized that I need to be in a 'safe place' for my own well-being. In nursing, it feels like nowhere is truly safe because, in the end, you eventually lose your patients. I chose to work in the outpatient department because I see so much hope and life here.  I won't have to face 'Code Blues' as often, which helps me avoid the depression that follows them.  I’m the ...

Penghujung Seperempat Abad

Halo, maafkan aku yang sudah jarang berkunjung. Aku lihat saat ini kau sudah punya banyak hobi baru ya? Aku lihat juga kau sudah jadi hebat ya ra. Aku harap, selain mementingkan orang lain. Kau juga harus mementingkan dirimu sendiri. Dahulu. Itu yang pertama ra, bukan sebaliknya. Aku selalu berharap kabar baik kedepannya untukmu, ra. - ra (pesan dari masa depan)

Hutan

teruntuk dirikita terimakasih karena terus tumbuh terimakasih untuk terus maju dan bertahan terimakasih karena mau mementingkan orang lain terimakasih untuk kembali berulang kali terimakasih karena sudah paham layumu tak selamanya tinggal setelah begitu banyak bagian dirimu yang mati alih alih kau terus tumbuh menguatkan akar akar yang hampir melepas peluk dari tanah terimakasih untuk terus menguatkan diri saat tiada yang dapat memahami salam hangat dari matahari yang berharap kembalinya senyummu, rimbunmu -ra

Covid

Kota-kota sepi Desa-desa sepi Jalan-jalan sepi Toko dan mall sepi Manusia mengurung diri Takut akan musuh yang pandai menyembunyikan diri Salah sendiri Berbuat onar di Bumi Hak asasi hewan kau kebiri Kemana seisi penduduk bumi? Kucing, Domba, Kambing, Biri-biri Bebas berkelana di jagat raya ini "Ohh jadi begini? rasanya bebas menjajaki bumi tanpa takut lagi akan aktivitas manusia tanpa takut klakson saat menyebrang jalan raya" [berita hari ini, kucing, tikus, angsa, dan hewan-hewan bebas jalan tanpa hambatan] -ra

Karantina

Semua musibah pasti ada makna di baliknya. Semoga setelah ini kita semua jadi pribadi yang lebih baik lagi. Menjauh dari yang riuh. Berteduh dari yang gaduh. Menanti sampai akhirnya pasti. Kita membatasi ruang gerak. Ini waktunya istirahat. -ra

Penyakit Lupa

Penderita dengan alzheimer, masalah hidupnya sangat kompleks, bagaimana tidak? Jika bagi manusia normal itu hal yang sepele, tapi tidak dengan penderita yang satu ini. Kau tahu, hanya dengan masalah kebutuhan dasarnya saja mereka tidak bisa memenuhinya. Mereka tidak bisa makan, bukan karena ada kerusakan pada organ pencernaannya. Tapi karena mereka lupa bahwa mereka merasakan lapar. Mereka lupa caranya makan. Mereka lupa hal apa yang bisa dimakan. Mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan eliminasi. Bukan karena ada kerusakan di organ eksresinya. Tapi karena mereka kehilangan kemampuan merasakan kandung kemih yg penuh. Ini baru dua masalah yang aku sebutkan, selebihnya kau pikir sendiri.  Hal ini yang membuat masyarakat berfikir bahwa mereka sudah gila. Sering membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kadang-kadang membuat resah sehingga banyak dari mereka yang dipasung. Ya sebenarnya aku tak mau membahas ranah jiwa disini, karena bukan minatku disana. Tapi setelah bel...

Transisi

Intinya perubahan dari suatu kondisi menjadi kondisi yang lain. Bisa kita ambil contoh, anak kecil menjadi dewasa, sehat menjadi sakit, bahagia menjadi sedih, atau perubahan peran dirinya. Perubahan dari riangnya masa kanak-kanak yang belum berfikir pentingnya mengerjakan tugas, atau nilai bagus. Hingga berubah menjadi tuntutan akademisi mulai dari remaja hingga dewasa. Perubahan umur menjadi tuntutan pula bagi manusia bagaimana mereka harus bersikap dan berpikir. Perubahan karena manusia berinteraksi dengan lingkungan, sehingga membuat mereka beradaptasi dengan orang lain, masalah, keinginan yang membuat mereka merasakan sehat-sakit, bahagia-sedih. Pada dasarnya transisi bersifat positif, dan itu berjalan seiring kehidupan, entah kau sadar atau tidak. Penyelesaian transisi berarti saat kau telah mencapai periode stabil. Transisi yang efektif menandakan bahwa kau telah berdamai dengan dirimu. dengan masalah. dengan semesta. -ra (Its okay to be human, to feel al...

HBD

Selamat ulang tahun, buku. Makin lama kau makin keren saja. Tambah cerdas pula. Aku saja yang tambah payah dan sekarang mulai pelupa. Maaf, aku tak bisa kasih apa-apa selain sejumlah ralat dan catatan yang aku tak tahu akan kutaruh di mana. Sebab kau sudah pandai meralat dan menceritakan dirimu sendiri. Kau bahkan sudah tak seperti dulu ketika aku berdarah-darah menulismu. Jangan-jangan kau pangling denganku? Selamat ulang tahun, buku. Anggap saja aku kekasih atau pacar malangmu. Selamat panjang umur, cetak ulang selalu. -ra

Untuk Ujian Kemarin

Terimakasih untuk semua hal yang mengagumkan, mengharukan, menyenangkan, serta menyedihkan. Kenangan, hal-hal tak terlupakan, pengalaman, dan kerja keras yang telah kita lakukan. Untuk mimpi-mimpi yang telah tercapai dan yang belum tercapai hingga detik ini. -ra (Semoga ujian kedepan kita selalu menang)

Padus

di tengah masa terpurukku yang lalu.. aku mengikuti latihan paduan suara rutin sebulan.. yang tujuannya tentu saja untuk menghilangkan penat dan membuka jalan pikir yang baru.. kemudian kami menyanyikan lagu dari bahasa asing yang kurang lebih intinya seperti ini.. "lautan masa remaja pasti akan terasa menyakitkan.. namun tetaplah menatap hari esok dengan mimpimu.. aku yg dewasa juga pernah merasa tersakiti dan tidak mampu terlelap, akan ada arti di dalam setiap kehidupanmu.. jadilah baja yang semakin kuat ditempa orang, jadilah ilalang yang tidak mati diinjak orang" aku memutuskan untuk tidak mati, di tanah orang. -ra

Hari Berkabung Nasional

Kemarin, hari ini, besok, lusa, dan seterusnya adalah hari berkabung nasional bagi bangsa indonesia Satu lagi, pejuang tanah air, pembela bangsa pasangan yang setia telah pergi menempuh jalan kehidupan yang selanjutnya Kini indonesia mulai berpikir, siapa lagi tokoh pencipta teori yang akan jadi sejarah dunia? Siapa lagi penerusnya? akankah indonesia akan menjadi lebih baik? akankah generasi muda bisa yakin akan masa depannya? -ra (kisah majnun dan laila versi indonesia, kini bersama lagi setelah berpisah sekian lama) untuk eyang habibie

Kenapa?

Ini bulan september, panas. jadi orang-orang rajin mandi. di sebuah gang sempit di sudut september, saya dan teman saya berpapasan dengan seorang perempuan muda, yang wajahnya mirip trauma. kepalanya menunduk dan matanya sedikit sembab seperti habis menangis. saya urung menyapanya. ——————————————————————————————— "Hei lihat, ada orang menangis.. kau hanya melihatnya saja? kenapa tidak bertanya kenapa?" 'Kenapa saya harus bertanya kenapa?' "Berarti kau tidak peduli pada orang lain ya?" Saya tersenyum 'kepedulian tidak dilihat dari ucapan kenapa.. lagipula, siapa mau habis menangis ada yang menyadarinya? orang lain menyadarinya saja sudah malu, apalagi harus ditanya kenapa?' 'menurutmu dia bakal bilang alasannya? dibanding itu, saya lebih suka melihatnya tanpa bilang kenapa, sambil menerka-nerka sebenarnya kenapa?' ——————————————————————————————— -ra (Saya terkesima, rasanya saya sering melihatnya. tapi di mana ya?...

Almarhumah

Setelah lulus cumlaude, lalu apa cita-citamu? menikah muda atau mengejar gelar-gelar yang lain? Setelah punya rumah, apa cita-citamu? menikmati senja di balkon sambil minum teh atau terjebak macet di tengah kota? Setelah dapat pekerjaan dan usahamu sukses, apa cita-citamu selanjutnya? jadi wanita sibuk dan berdedikasi bagi orang lain atau merawat anak-anakmu? Sebelum semua ketidakpastian di atas, ada satu yang pasti ra, gelar alm. didepan nama. -ra

Jantung Harapan

Merelakan sesuatu, bagi siapa pun kapan pun, bisa menjadi hal terberat untuk dilakukan. Lebih dari sekedar pemicu depresi, bagi sebagian orang merelakan adalah pertanda kekalahan atau kegagalan. Aku adalah salah seorang dari mereka. merelakan, sama saja dengan menyerah pada segala sesuatu yang diharapkan dan dimimpikannya. Mengakui bahwa segala yang dilakukannya ternyata sia-sia saja. bahwa kehidupan tidak jauh berbeda dengan permainan dadu. Lagi-lagi hanya angan-angan. -ra (jangan lupa, besok merdeka)

Jalanin Aja

tak ada yang lebih berdarah dingin membunuh dirinya selain harapan dan kecewa. kau tau teman baiknya selama ini? ketidakpastian. tatapannya tidak pernah hangat menerpa wajah dadanya sesak, nafasnya berat, jantungnya berontak. lambat laun, seniman dalam dirinya tepekur, lalu terbaring, lalu pingsan. ia seperti cangkang kosong yang menjalani sisa hidup yang diberikan. -ra (Jangan tanya, aku sudah mati puluhan kali)